Langsung ke konten utama

LA LA LAND (2016)



Film Drama Musikal?bagi saya seorang penggila film dan musik,hal tersebut menjadi sebuah hadiah tersendiri.Apa yang lebih menyenangkan ketika dua hal favorit anda di gabungkan dan menghasilkan sesuatu yang sangat luar biasa?Mungkin banyak dari anda yang biasa saja menanggapi film film musikal bahkan cenderung tidak suka.Entah karena memang tidak suka jenis musik tertentu yang,atau hingar-bingar yang kelihatan bodoh?semua tergantung orang tersebut.Saya sebagai penikmat musik dan film mendapati bahwa drama musikal hampir tak pernah tersentuh lagi,bahkan dalam beberapa tahun belakangan tidak ada satupun drama musikal yang benar-benar bagus atau setidaknya dikenal,belum lagi sebuah film live-action,bukan animasi Disney.Pitch Perfect ataupun Glee tidak masuk dalam hitungan yang saya maksud,karena mereka megusung tema pop dan lagu-lagu modern,yang saya maksud disini adalah drama musikal dengan musik klasik.Lalu Les Misèrables tidaklah sebuah film musikal yang buruk,hanya saja tidak begitu mengena akibat pergulatan plot yang tidak kohesif cenderung membosankan di beberapa bagian yang sesungguhnya sangat berpotensi untuk menjadi sebuah film musikal yang luar biasa pada waktu itu.Di antara kecendurngan pesimisme akan film musikal,datanglah seorang bernama Damien Chazelle yang sangat mencintai jazz mewujudkan imajinasinya dalam suatu bentuk film musikal yang jarang dijamah setelah membuat Whiplash.Dengan mengambil konsep yang mirip dengan Singin' In The Rain,warna cerah dan hingar-bingar energi positif, bukan sekedar menyelamatkan,La La Land secara praktis adalah Instant Classic atau lebih mudah saya katakan salah satu film musikal terbaik sepanjang sejarah perfilman yang bakal sulit untuk dilupakan.



Berkisah tentang seorang wanna-be-actress bernama Mia Dolan(Emma Stone) yang benar-benar berambisi mengejar mimpinya,takdir memertemukan dirinya dengan seorang pianis yang obsesif akan jazz tradisional bernama Sebastian(Ryan Gosling).Mia dimana adalah seorang gadis yang menyukai segala bentuk tentang dunia hiburan,entah musik atau teater,kagum pada kemampuan Sebastian dalam memainkan piano,di sisi lain Sebastian adalah seorang yang sangat menggilai Jazz dan sama-sama berambisi membuat klub jazz sendiri pun tak pernah lebih tertarik dalam soal asmara.Dengan ambisi mereka berdua yang kuat timbul hubungan yang tidak biasa dan benih-benih asmara pun mulai muncul.

With a running time total 128 minutes,instead of feel tired or bored,i wish that La La Land impress me more and more and more,i wish La La Land never ends.Begitulah cara saya mendeskripsikan perasaan saya sepanjang film berlangsung.Sejak adegan opening,penonton di ajak ke dalam sebuah adegan kemacetan yang menjenuhkan,And here's where La La Land works.Ketika tiba-tiba musik menghentak,kemacetan tersebut berubah menjadi pesta ria yang spektakuler dan luar biasa menyenangkan.La La Land sendiri adalah sebuah representasi atau re-imajinasi dari apa yang kita inginkan,tempat dimana semua menyenangkan,semua terjadi sesuai dengan apa yang kita inginkan,bahkan ketika kita tidak dapat mengekspresikan sebuah emosi yang sangat mendalam.Dari awal si jenius Chazelle berhasil memberi makna dari adegan musikal tersebut alih-alih sekedar hiburan pointless untuk menghentak suasana agar tidak membosankan.Dari adegan pembuka saja saya sudah dibuat tersenyum lebar serta ingin memberi applause luar biasa dan ikut menari dengan iringan musik yang catchy.Saya kebetulan termasuk pendengar jazz,menurut saya Justin Hurwitz tidaklah terlalu memberikan komposisi jazz yang sangat rumit,semuanya bernada sederhana apalagi chorus yang begitu mudah di ingat sehingga saya cukup yakin semua orang bakal menikmati gubahan musik Hurwitz.Dan untuk penikmat jazz termasuk saya maka setiap dentingan dawai contrabass atau liuk-an sax akan terasa begitu memuaskan di telinga anda.

Dengan adegan opening spektakuler yang begitu tegas membawa identitas diri sebagai film musikal,saya tentu langsung jatuh hati dan dengan senang hati mengikuti sajian apa selanjutnya yang akan ditawarkan Chazelle.Fokus cerita langsung menuju dua tokoh Sebastian dan Mia memperkenalkan mereka tanpa basa-basi yang "basi".Semua kisah dihadirkan begitu menyenangkan,menyedihkan,dan mengejutkan dalam waktu beruntun,sehingga intensitas plot terjaga penuh.Namun pendukung-nya pun begitu banyak,contohnya saja arahan sinematografi yang sangat memukau.Linus Sandgren tidak hanya mencakup estetika dari suatu tempat,namun setiap sudut pandang yang diambil kamera atau atribut-atribut tertentu pada tempat yang dipilih memberikan mood,selain mengunggah mata,juga menggugah hati,sebagai contoh siapa yang dapat melupakan pemandangan langit ungu dan sebuah lampu atau planetarium yang sangat ikonik tersebut?dan ternyata Linus Sandgren juga tidak kesulitan cenderung mahir mengemas adegan-adegan musikal menjadi semacam semi-teatrikal dimana yang menjadi nilai plus adalah ide tersebut orisinil dan benar-benar baru sehingga kita akan dibuat terpukau.Hal ini jelas menunjukkan Chazelle juga benar-benar memanfaatkan perkembangan teknologi pada spesial efek dengan sangat baik dengan artian film-film klasik tentu tidak bisa melakukan hal tersebut.



Kembali menyinggung pendukung lain dalam film ini.Koreografi.Film musikal tentunya tidak bisa lepas dengan koreografi dan di bawah arahan Mandy Moore koreografi La La Land begitu indah dan penuh rasa.Kita tentu semua sudah tahu semua tarian dan ini itu telah dihafalkan dan direncanakan,namun yang terjadi di layar adalah rasa yang penuh spontanitas dan natural,menjadikan setiap adegan musikal terasa begitu maksimal dan memikat hingga membuat penonton ingin ikut menari bersama alunan musik energik.Lalu respect tertinggi pada dua cast utama:Emma Stone dan Ryan Gosling.Damn it!they're such an versatile actress and actor.Saya tidak tahu kalau Emma Stone bisa menyanyi,saya tidak tahu kalau Ryan Gosling fasih memainkan jazz liar pada piano.Mereka dituntun untuk menari penuh rasa,menyanyi penuh jiwa,tanpa kehilangan karakter yang mereka bawakan,dan sebagai hasil mereka menciptakan chemistry luar biasa dari hubungan yang tidak biasa.Siapa yang tidak jatuh cinta pada karakter Mia dan Seb?siapa yang tidak ingin melihat akhir cerita mereka?

       SUMMARY

      "Here's a story to fool the dreamers"

Akhir kata,La La Land adalah tentang kehidupan,sejak awal semua adalah tentang kehidupan.Kita ingin berada di "La La Land" dimana semua menyenangkan,yang di representasikan dalam bentuk adegan musikal.Dengan ending seperti "itu",kita dapat langsung menyimpulkan apa yang Chazelle ingin sampaikan dengan tagline "here's to the fools who dream",kita tentu dibawa jatuh dalam konsep yang mirip lovely fairtale dengan akhir bahagia,namun kehidupan tetaplah kehidupan.Pada intinya Chazelle seperti megkhianati penonton,membodohi saya.Damn you Chazelle!! Jika anda mengharapkan ini adalah film eskapisme yang indah,maka jangan terlalu berharap.

RATING
10/10





Komentar

Postingan populer dari blog ini

WELCOME TO SINESTEZIA ! ! ! 🎉🎉

Pertama tama mari saya memperkenalkan diri. Nama saya Bobby,anda bisa panggil saya bobby atau apapun yang anda inginkan(ehe). Jadi apa itu Sinestezia ? Sebenarnya saya memiliki blog lain sebelum ini dan namanya serupa,yaitu Sinestesia.Lalu kenapa bikin lagi?yah.Anda tau sendiri manusia tak luput dari kesalahan,seperti kesalahan dalam melupakan email dan password blog tersebut sehingga saya tak perna memposting lagi selama 4 bulan. Huft.Maaf malah jadi curhat perihal blog saya dulu(ehe)langsung ke poin saja ya.Jadi di blog ini anda akan menemukan berbagai hal mulai dari review musik,film,dan banyak hal.Namun saya hanya akan mengutamakan review film(karena yah ehe film lebih mudah sih).Sedangkan untuk musik saya mungkin hanya memposting beberapa kali saja. Oh iya,disini saya ingin berkata kalau saya bukan berlagak menjadi kritikus film,namun ini hanya sekedar hobi saya saja menulis.Saya sangat menyukai film namun maaf apabila saya lebih dominan memposting film luar negeri,...

89th ACADEMY AWARDS PREDICTION

Persaingan tahun ini tergolong dingin dan tidak terlalu sengit.Tidak seperti tahun lalu,empat film bersaing sekaligus untuk meraih nama Best Picture.Namun bukan berarti Academy Awards tahun ini melempem.Bukan lagi menunjukkan persaingan sengit,namun menghadirkan kejutan luar biasa dan sekaligus membuat historical events dalam Academy Awards.Mulai dari La La Land yang mendapat total empat belas nominasi(Slay!)memecahkan rekor sebagai film musikal yang paling honorable sepanjang sejarah sekaligus rekor Titanic yang meraih tiga belas nominasi,hingga Meryl Streep yang menorehkan rekor juga dengan mencapai angka ke-duapuluh kalinya ia dinominasikan di ajang Academy Awards.Tak hanya itu,banyak isu rasisme terhadap kulit hitam mewarnai seperti gerakan berupa #OscarSoWhite.Entah mengapa saya tidak terlalu paham dengan masalah tersebut(mungkin karena kehadiran Hidden Figure,Fences dan Moonlight di tengah kehadiran Trump). Itulah sedikit mengenai apa yang terjadi pada Academy Award tahun ini,...

HEREDITARY (2018)

       Keyakinan saya pada kualitas film horor modern muncul ketika  The Conjuring  hadir di tengah kita dan memuncak saat saya mengetahui  Get Out  memenangkan piala  oscar  dan meraih banyak  nominee . Saya mulai memperhatikan perkembangan film horor dengan berbagai macam genre bahkan  horror-comedy . Kala kritikus dan penonton  Cannes  dibuat ketakutan sekaligus terperangah hingga menyatakan film ini adalah film terseram sejak  The Exorcist , maka antusiasme saya semakin tinggi dan tidak terlalu khawatir untuk kecewa karena terdapat campur tangan rumah produksi A24 dalam film ini.       Jika anda sudah melihat  dan familiar dengan karya Ari Aster dengan film pendeknya seperti  The Strange Things About Johnsons  atau  Beau , maka  Hereditary  adalah debut yang sangat memuaskan mengingat ini adalah  full-leng th  feature film  pertamanya seka...