Langsung ke konten utama

BIG (1988)



Sejak dulu saya menyukai drama yang digabungkan dengan fantasi,hal itu setara dengan kesenangan saya terhadap film bertema dark fantasy.Drama terutama percintaan memang sudah sangat merajarela,karena itu diperlukan sesuatu yang baru untuk diselipkan di dalam percintaan tersebut agar tidak terjadi kebosanan.Salah satu-nya adalah Big.Diperankan oleh Tom Hanks dan Elizabeth Perkins,film ini sukses menyumbang nama di ajang penghargaan Oscar tahun 1989 dalam kategori Best Picture dan Best Actor,meski hanya nominasi tentu hal tersebut adalah loncatan besar bagi seorang Tom Hanks waktu itu.



Mengisahkan seorang remaja berumur tiga-belas tahun bernama Josh Baskin (David Moscow) dii tengah masa-masa perkembanganya ia pun merasa ketinggalan oleh teman-temanya,dan puncaknya adalah ketika dia harus membawa malu di depan gadis yang ia sukai karena tidak cukup "besar" untuk menaiki sebuah wahana di taman hiburan,hal tersebut diperparah bawha salah seorang teman seumuranya memberitahu bahwa dia sudah bisa menyetir mobil.Keputusasaan membawanya pada sebuah mesin arcade bernama Zoltar Machine yang diklaim bisa mengabulkan segala permintaan sang pemain.Dengan segala kegalauan,tentu ia hanya mengiyakan saja pernyataan mesin tersebut dan membuat keinginan andai saja ia cukup "besar".Sebuah kartu keluar dari  mesin tesebut dan menyatakan bahwa keinginan Josh terkabul,lagi-lagi ia hanya mengiyakan saja dan tak terlalu peduli.Esok harinya pun ia mendapat bahwa ia telah menjadi sosok pria dewasa(Tom Hanks).Sesungguhnya ia sedikit senang namun karena menjadi besar baginya malah menimbulkan banyak masalah seperti Ibunya yang kaget setengah mati,ia pun memutuskan untuk pergi dari rumah sementara untuk mencari Zoltar Machine tersebut,sejak saat itu Josh bertemu dengan hal yang tak pernah ia bayangkan di dunia orang "besar"

Sesungguhnya premis tersebut sudah banyak digunakan di film lain,namun Big memiliki keunggulan yang lebih daripada yang lain,Big benar-benar memanfaatkan konsep menjadi besar itu sendiri dan tidak hanya sekedar embel-embel seorang anak yang secara fisik menjadi besar.Plot berjalan kohesif dan tak ada sesuatu yang dipaksakan,semua berjalan runtut dengan durasi 140 menit.Big sukses dalam merepresentasikan sebuah fantasi apabila seorang anak tiga belas tahun hidup di dunia dewasa terutama dari segi psikis.Orang dewasa tentu less happier ketimbang anak-anak,di sini hal tersebut benar-benar dikemas secara indah.Yang paling penting adalah film ini memberi kesadaran dan pesan-pesan pada orang dewasa tanpa terasa menggurui sama sekali,justru dikemas fun and logical at the same time,dibalik momen-momen tertentu yang tak jarang dalam bentuk komedik,kita akan merenungi kembali dan penonton bisa memutuskan sendiri apa pesan yang sesungguhnya disampaikan pada momen tersebut.



Tentu jajaran cast sangat mendukung disini.Tom Hanks sangatlah meyakinkan apabila ia dibilang sebagai anak berumur tiga belas tahun,mulai dari gestur,kelakuan,cara bicara,hingga kecanggungan yang luar biasa kala menemui persoalan yang berkaitan dengan asmara.Karakternya begitu likeable sehingga Joshua Baskin adalah karakter yang tidak mudah terlupakan.Tom Hanks juga merepresentasikan dengan tepat bagaimana seorang anak tiga belas tahun menghadapi dunia dewasa yang begitu keras tanpa dampingan orang tua.Salah satu adegan yang sangat unforgettable adalah ketika Josh Baskin menangis tersedu-sedu ketika mendengar seseorang bertengkar di depan pintu hotelnya,meski ia tidak mengenal orang itu,secara logis anak berusia tiga belas tahun yang hidup jauh dari orang tuanya pasti akan takut dengan siapapun yang melakukan sesuatu yang kurang terpuji seperti bertengkar.Elizabeth Perkins sebagai love interest juga piawai dalam menunjukkan bagaimana melelahkan dan menjengkelkanya dunia kerja pada orang dewasa serta dampak yang menimpa dirinya(I think like she's kind of silly woman due to hard working).Sangatlah wajar untuk dia jatuh hati pada Joshua Baskin yang tentu berpikir soal kesenangan dan jauh lebih bahagia darinya karena ia seorang anak kecil.Dan terakhir salut pada David Moscow dan Jared Rusthon yang membawa dinamika lebih dalam pada progesi alur di film ini,mereka bisa dibilang cukup bagus untuk aktor berusia belia.

     SUMMARY

       "Have you ever had a big secret?"

Akhir kata,Big adalah salah satu film "tukar-jiwa" terbaik.Tidak asal mengambil tema tukar-jiwa.Namun di sini kita diberi filosofi bahwa berapapun umur kita,apabila kita mencoba untuk "melompati umur" kita akan berubah.Bingung dengan pesan yang saya maksud?silahkan buktikan sendiri dengan menonton filmnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WELCOME TO SINESTEZIA ! ! ! 🎉🎉

Pertama tama mari saya memperkenalkan diri. Nama saya Bobby,anda bisa panggil saya bobby atau apapun yang anda inginkan(ehe). Jadi apa itu Sinestezia ? Sebenarnya saya memiliki blog lain sebelum ini dan namanya serupa,yaitu Sinestesia.Lalu kenapa bikin lagi?yah.Anda tau sendiri manusia tak luput dari kesalahan,seperti kesalahan dalam melupakan email dan password blog tersebut sehingga saya tak perna memposting lagi selama 4 bulan. Huft.Maaf malah jadi curhat perihal blog saya dulu(ehe)langsung ke poin saja ya.Jadi di blog ini anda akan menemukan berbagai hal mulai dari review musik,film,dan banyak hal.Namun saya hanya akan mengutamakan review film(karena yah ehe film lebih mudah sih).Sedangkan untuk musik saya mungkin hanya memposting beberapa kali saja. Oh iya,disini saya ingin berkata kalau saya bukan berlagak menjadi kritikus film,namun ini hanya sekedar hobi saya saja menulis.Saya sangat menyukai film namun maaf apabila saya lebih dominan memposting film luar negeri,...

89th ACADEMY AWARDS PREDICTION

Persaingan tahun ini tergolong dingin dan tidak terlalu sengit.Tidak seperti tahun lalu,empat film bersaing sekaligus untuk meraih nama Best Picture.Namun bukan berarti Academy Awards tahun ini melempem.Bukan lagi menunjukkan persaingan sengit,namun menghadirkan kejutan luar biasa dan sekaligus membuat historical events dalam Academy Awards.Mulai dari La La Land yang mendapat total empat belas nominasi(Slay!)memecahkan rekor sebagai film musikal yang paling honorable sepanjang sejarah sekaligus rekor Titanic yang meraih tiga belas nominasi,hingga Meryl Streep yang menorehkan rekor juga dengan mencapai angka ke-duapuluh kalinya ia dinominasikan di ajang Academy Awards.Tak hanya itu,banyak isu rasisme terhadap kulit hitam mewarnai seperti gerakan berupa #OscarSoWhite.Entah mengapa saya tidak terlalu paham dengan masalah tersebut(mungkin karena kehadiran Hidden Figure,Fences dan Moonlight di tengah kehadiran Trump). Itulah sedikit mengenai apa yang terjadi pada Academy Award tahun ini,...

HEREDITARY (2018)

       Keyakinan saya pada kualitas film horor modern muncul ketika  The Conjuring  hadir di tengah kita dan memuncak saat saya mengetahui  Get Out  memenangkan piala  oscar  dan meraih banyak  nominee . Saya mulai memperhatikan perkembangan film horor dengan berbagai macam genre bahkan  horror-comedy . Kala kritikus dan penonton  Cannes  dibuat ketakutan sekaligus terperangah hingga menyatakan film ini adalah film terseram sejak  The Exorcist , maka antusiasme saya semakin tinggi dan tidak terlalu khawatir untuk kecewa karena terdapat campur tangan rumah produksi A24 dalam film ini.       Jika anda sudah melihat  dan familiar dengan karya Ari Aster dengan film pendeknya seperti  The Strange Things About Johnsons  atau  Beau , maka  Hereditary  adalah debut yang sangat memuaskan mengingat ini adalah  full-leng th  feature film  pertamanya seka...