Langsung ke konten utama

ARRIVAL (2016)


Are we alone in this universe? Pertanyaan tersebut sudah sangat merajarela dalam film yang mengangkat tema sci-fi terutama di space travel atau first contact.Arrival termasuk dalam golongan first contact dimana sebuah keadaan umat manusia di bumi mengalami komunikasi pertama dengan makhluk lain di luar bumi.Denis Villeneuve mengambil langkah dengan mengadaptasi sebuah cerita pendek dan mengangkatnya ke layar lebar,mengusung lagi tema first contact yang sudah cukup lama ditinggalkan akibat ketertarikan lebih dari pasar akan space-adventure macam Star Trek,Star Wars,atau Prometheus dari franchise Alien sekalipun ketimbang first contact yang dibilang cukup membosankan karena masih mengambil lingkup bumi sebagai latar sejak Independence Day dan War of The World.Dengan judul-judul familiar di atas,apakah Arrival salah satu dari mereka?maka saya jawab Tidak.Bagaimana dengan Gravity,Interstellar dan The Martian?Maka jawabanya:Nope.

Seorang penerjemah handal bernama Louise(Amy Adams)yang sekarang adalah seorang dosen literatur di sebuah kampus,mendapati dirinya di rekrut oleh militer untuk menerjemahkan setiap clue demi clue yang di sampaikan oleh extraterrestrial tersebut yang muncul melalui bentuk kapal raksasa melayang berbentuk elips yang di namakan Heptapods.Ditemani seorang ilmuwan sains bernama Ian Donnelly (Jeremy Renner),tugas Louise pun dimulai untuk menyelidiki dan menerjemahkan apa yang "mereka" inginkan dibawah naungan militer yang dikomandani Colonel Weber(Forest Whitaker).Dengan lekukan demi lekukan gambar,mereka berusaha menerka selama berbulan-bulan hingga ditemukan kenyataan yang luar biasa.



Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa film-film first contact akan lebih menitik beratkan pada bagaimana aksi dan reaksi oleh umat manusia dan ekstraterrestrial.Di sini hal itu jelas di eksploitasi sangat dalam dan lebih jauh.Villeneuve bukan menciptakan karya blockbuster penuh ledakan dan serangan alien menyerbu kota.Melainkan sebuah sajian filosofis tentang waktu.Ya,Arrival bermain-main alur non-linear yang apabila salah ditangani maka akan menyebabkan kebingungan yang luar biasa dalam sebuah film.Alih-alih membuat otak rontok,Arrival sukses memberi rentetan kejadian yang terhubung dengan satu benang merah yang luar biasa,alhasil di akhir film kita akan dibuat menganga dan berkata "wtf?"(in a positive way of course).Lalu Villeneuve juga menyuntikkan elemen drama yang pas di antara sci-fi yang semakin memperkuat emosi kala Arrival bertutur cerita.Scoring gubahan Jóhann Jóhannson juga sangat mendukung memberi kesan dan aura megah,menakutkan,intimidatif,serta mengangumkan secara bersamaan yang akan membuat bulu kuduk merinding.

Visual juga turut serta menghadirkan kesan first contact nan epic dibawah arahan sinematografer Bradford Young.Bukan penghancuran besar-besaran ala Independece Day : Resurgence.Cukup dengan awan dan kabut mengalir bak air,penempatan Heptapods di seluruh belahan dunia yang mengundang misteri,dan kediaman makhluk ekstraterrestrial yang bukan malah menenangkan namun menimbulkan rasa was-was namun juga keraguan untuk bertindak menyerang.Dengan benda elips berukuran ratusan meter,cukup untuk membuat kesan masif yang intimidatif.Juga ada visual menarik yang bermain-main dengan gravitasi dan penggambaran bentuk alien yang seamless.Adegan dimana Louise bertemu dengan sang Alien sangat memorable dan mengejutkan.Terakhir soal jajaran cast.Amy Adams kembali menunjukkan kelayakanya dalam menyumbang nama setidaknya nominasi Best Actress,raut wajah dan gerak-geriknya menyimpan banyak rasa dan tanya hingga sang penonton sendiri merasa ada ambiguitas di dalam Louise semenjak melakukan komunikasi dengan alien.Jeremy Renner juga pandai "memiliki" karakternya Ian,sebagai contoh kala melontarkan kata-kata yang luar biasa cheesy,saya agak kaget kata-kata seperti itu ada pada naskah,namun ternyata setelah saya pikir dan gali lebih dalam,justru kalimat cheesy itulah yang membuat aktingnya tidak cheesy.Ingin tahu kenapa?coba tonton filmnya.Lalu terakhir ada oscar-winning-senior-actor Forest Whitaker,meski jangkauan karakternya tidak terlalu luas disini,ia masih bisa memerankan bagaimana seharusnya seorang komandan militer.

SUMMARY

"Hannah is a polindrum name,it can be spelled both forwards and backwards"

Sudah sangat jarang film sci-fi bertemakan first contact saat ini,dan Denis Villeneuve melakukan kerja yang sangat bagus.Arrival mencakup semua hal baik manusia,alien,kehidupan dalam sajian plot non-linear yang brilian.A great sci-fi films for Academy Award in the middle of "La La Land" and "Moonlight"

RATING

9.5/10



Komentar

Postingan populer dari blog ini

MANCHESTER BY THE SEA (2016)

Gloomy and Ridiculous ,begitulah saya mendeskripsikan film ini secara keseluruhan. Ketika melihat posternya,saya mengira film ini bercerita tentang drama-romance. Ketika melihat trailernya,saya mengira film ini bercerita tentang drama-comedy.Well ,saya tidak sepenuhnya salah dengan tone komedi.Tetapi Manchester by The Sea adalah film drama yang sungguh tidak bermain drama . At first,Manchester by The Sea is so unpredictable for me. Lee Chandler(Casey Affleck),seorang duda yang bekerja sebagai tukang untuk mengurus empat bangunan apartemen(mulai dari membersihkan,mengecat,memperbaiki)dikenal tidak ramah dan cenderung  sebagai orang yang menyebalkan bahkan mengucapkan sumpah serapah terhadap pelangganya sendiri.Dia tinggal sendiri dengan gaji minimum dengan kerja maksimum.Suatu ketika Joe Chandler(Kyle Chandler) kakak Lee meninggal dan meninggalkan seorang putra satu-satunya Patrick Chandler,Joe menginginkan Lee agar menjadi pengasuh Patrick di surat wasiat tanpa s...

WELCOME TO SINESTEZIA ! ! ! 🎉🎉

Pertama tama mari saya memperkenalkan diri. Nama saya Bobby,anda bisa panggil saya bobby atau apapun yang anda inginkan(ehe). Jadi apa itu Sinestezia ? Sebenarnya saya memiliki blog lain sebelum ini dan namanya serupa,yaitu Sinestesia.Lalu kenapa bikin lagi?yah.Anda tau sendiri manusia tak luput dari kesalahan,seperti kesalahan dalam melupakan email dan password blog tersebut sehingga saya tak perna memposting lagi selama 4 bulan. Huft.Maaf malah jadi curhat perihal blog saya dulu(ehe)langsung ke poin saja ya.Jadi di blog ini anda akan menemukan berbagai hal mulai dari review musik,film,dan banyak hal.Namun saya hanya akan mengutamakan review film(karena yah ehe film lebih mudah sih).Sedangkan untuk musik saya mungkin hanya memposting beberapa kali saja. Oh iya,disini saya ingin berkata kalau saya bukan berlagak menjadi kritikus film,namun ini hanya sekedar hobi saya saja menulis.Saya sangat menyukai film namun maaf apabila saya lebih dominan memposting film luar negeri,...

MOONLIGHT (2016)

Moonlight banyak dibilang berperan sebagai film yang "penting" pada oscar race pada tahun ini karena tema yang diangkat bukanlah sajian yang mudah dicerna banyak penonton umum.Sebagai contoh tahun lalu Spotlight yang menyandang Best Picture adalah film yang juga mengangkat isu tentang hal yang mungkin tidak banyak diperhatikan orang.Moonlight-pun mengemban tugas yang sama.Di adaptasi dari sebuah Stage Play berjudul In Moonlight,Black Boys Looks Blue ,Barry Jenkins menunjukkan gabungan isu diskriminasi eksistensi kaum kulit hitam,kemiskinan,dan LGBT . Bertutur perihal coming-of-age seorang anak bernama Chiron(Alex Hibbert) bersama ibunya Paula(Naomie Harris), Moonlight dibagi menjadi tiga babak yakni Chiron waktu kecil (Little),Chiron remaja(Chiron),dan Chiron dewasa(Black).Sejak kecil Chiron hidup tanpa ayah dan ibunya yang seorang drug addict yang cenderung abusive padanya.Hingga ia bertemu dengan seorang drug dealer bernama Juan(Mahershala Ali) yang ...